CONTOH LAPORAN KKN AKHIR UHO, razul
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Dasar Pemikiran
Universitas merupakan lembaga
pendidikan dengan tujuan yang akan dicapai adalah menyiapkan peserta didik
menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau
profesional yang dapat diterapkan dengan baik, mengembangkan dan atau
menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta
mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan
memperkaya kebudayaan nasional dengan visi Universitas Halu Oleo menjadi salah
satu perguruan Tinggi Negeri yang Maju dan Mandiri di Indonesia. Hal ini sesuai
dengan asas Pancasila dan UUD 1945.
Kuliah
Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu pelaksanaan bentuk pengabdian kepada
masyarakat sebagaimana yang tercantum dalam Tridharma Perguruan Tinggi dimana
mahasiswa dapat berperan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mengaplikasikan
teori yang diperoleh dari bangku kuliah serta mengembangkan diri secara optimal
sesuai dengan profesi dalam bidang keahliannya. Universitas Halu
Oleo melaksanakan program KKN dilaksanakan setiap semester. Pelaksanaan KKN
pada semester ini merupakan pelaksanaan KKN yang terbagi atas 3 bentuk KKN
yakni : KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Revolusi Mental. Pada tahap tahun
ajaran 2017/2018. Pelaksanaan KKN kali ini berbeda dengan pelaksanaan KKN
sebelumnya yang di laksanakan di Kabupaten Wawonii dan Kabupaten Muna. Jika
pada KKN Nusantara di Wawonii melibatkan mahasiswa dari universitas
se-Indonesia dan KKN Tematik di Muna melibatkan dosen dalam program pengabdian
untuk masyarakat 3T (terisolir, terpinggir dan terbelakang), maka KKN kali ini
murni hanya melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas se-Universitas Halu
Oleo yang dibimbing oleh seorang dosen. Selanjutnya, melalui program KKN ini juga mahasiswa
diharapkan dapat menerapkan tujuan tridarma kampus.
Kuliah kerja nyata (kkn) pertama kali dirintis
pelaksanaannya oleh tiga universitas, yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas
Gadjah Mada, dan Universitas Andalas pada tahun 1971. Ketika itu, KKN masih
bernama pengabdian kepada masyarakat, sebagai implementasi Tridharma Perguruan
Tinggi. Seiring dengan perkembangan dan dinamika masyarakat Indonesia, maka
pada periode berikutnya KKN tidak lagi dimaksudkan hanya sebagai pengabdian
kepada masyarakat melainkan juga merupakan kegiatan intrakulikuler mahsiswa.
Setelah KKN diberlakukan selama lebih kurang 30 tahun, maka memasuki tahun 2000
sudah mulai muncul pemikiran baru untuk mengganti KKN dengan kegiatan lain yang
bentuknya lebih memberdayakan mahasiswa dilingkungan masyarakat sesuai dengan
profesinya masing-masing.
1.2 Dasar Pelaksanaan KKN
KKN
merupakan kegiatan akademik yang dilaksaakan oleh mahasiswa diluar lingkungan
kampus dan didalam kampus untuk mendapatkan pengalaman empiris sesuai dengan
profesinya. Pelaksanaan KKN ini mengacu kepada Undang-Undang No. 2 Tahun 1989
dan peraturan pemerintah No. 60 Tahun 1999, serta keputusan Rektor Universitas
Halu Oleo No. 11/SK/J29/PP/2002. Tentang Pelaksanaaan Kuliah Kerja Nyata
Universitas Halu Oleo.
1.3 Visi dan Misi KKN
Visi KKN
UHO :
“terwujudnya KKN yang mandiri, professional, Unggul dan
kompetitif dalam pengabdian kepada masyarakat yang berbasis IPTEK, pemberdayaan
masyarakat, dan kewirausahaan untuk mendukung UHO sebagai perguruan tinggi yang
maju, bermartabat, dan berbudaya akademik, dalam membentuk SDM cerdas
komprehensif secra berkelanjutan.
Misi Pelaksanaan KKN UHO, sebagai
berikut :
1.
Menjadikan
KKN sebagai sarana implementasi IPTEK dan seni bagi mahasiswa kepada masyarakat
luas, dalam rangka penyelesaian studi.
2.
Menjadikan
KKN sebagai sarana interaksional antara mahasiswa interaksional antara
mahasiswa Universitas Halu Oleo dengan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.
3.
Menjadikan
KKN sebagai sarana untuk memperoleh bahan masukan bagi pengembangan IPTEK dan Seni.
1.4 Tujuan
KKN
Pelaksanaan KKN UHO secara umum bertujuan
mendukungpengembangan profesi keilmuwan sehingga sarjana yang dihasilkan adalah
sarjana yang profesional dan mandiri serta mampu memahami permasalahan dan
kebutuhan masyarakat umumnya.
Secara umum tujuan Pelaksanaan KKN UHO tergambar dalam
keputusan Rektor Universitas Halu Oleo No. 11/SK/J29/PP/2005, sebagai berikut :
1. Memberikan kesempatan pada mahasiswa
dan dosen untuk menerapkan IPTEK dan seni untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat Sulawesi Tenggara.
2. Melatih mahasiswa agar dapat
mengidentifikasi, merumuskan dan menangani berbagai permasalahan yag sesuai
dengan bidang ilmunya.
3. Meningkatkan koordinasi dan
kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan
masyarakat untuk mengatasi permasalahan pembangunan.
1.5
Sasaran KKN
Pada prinsipnya sasaran Pelaksanaan
KKN UHO meliputi tiga kelompok, yaitu mahasiswa, perguruan tinggi dan
masyarakat (instansi pemerintah dan swasta).
1.
Mahasiswa
a. Memperdalam penghayatan terhadap kemanfaatan
ilmu yang dipelajarinya bagi pelaksanaan pembangunan.
b. Memperdalam penghayatan mahasisswa
terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam pelaksanaannya.
c. Memperdalam penghayatan mahasiswa
terhadap seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan
masyarakat.
2.
Perguruan
Tinggi
a. Memperoleh umpan balik sebagai hasil
pengintegrasian mahasiswa dengan proses pembangunan di tengah masyarakat,
sehingga kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu yang
diselenggarakan diperguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan
masyarakat dalam pembangunan.
b. Memperoleh berbagai fenomena yang
berharga yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi
perkuliahan dan menemukan berbagai maslah untuk pengembangan penelitian.
c. Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa,
dapat menelaah, dan merumuskan keadaan/kondisi nyata masyarakat yang berguna
bagi pengembangan ilmu serta dapat mendiagnosis secara tepat kebutuhan
masyarakat sehingga ilmu yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntunan nyata.
BAB II
GAMBARAN LOKASI KKN
2.1
Letak
Geografis
Desa
Ladumpi sebagai wilayah pengabdian KKN merupakan salah satu dari 8 desa yang
berada di wilayah Kecamatan Rarowatu Kabupaten Bombana. Desa Ladumpi memiliki
batas-batas sebagai berikut:
1.
Sebelah
Barat
: Desa
Lampeantani (Kec. Rarowatu)
2.
Sebelah
Timur
: Desa Watukalangkari (Kec. Rarowatu)
2.2 Kondisi Geografi dan Monografi Desa
1. Geografi Desa
a. Jumlah Penduduk
Jumlah
Penduduk Desa Ladumpi sampai dengan akhir bulan Agustus 2018 adalah 300 Jiwa
terdiri dari:
Ø Laki-laki
: 100 Jiwa
Ø Perempuan
:
180 Jiwa
Ø Penduduk Miskin : 20 Jiwa
b. Jumlah Kepala
Keluarga :
150 KK
c.
Jumlah KK Miskin : 10
KK
d. Jumlah
Penduduk : 300 Jiwa
Ø Usia 0 –
14 :
100 Jiwa
Ø Usia 15 –
49 :
110 Jiwa
Ø Usia 50 Tahun
keatas : 90 Jiwa
e. Mata Pencaharian Penduduk
Tabel 1.1 Mata
Pencaharian Penduduk Desa LaDumpi
|
No.
|
Jenis
Mata Pencaharian
|
Jumlah
|
|
1.
|
Petani
|
50
|
|
2.
|
Buruh
Tani
|
30
|
|
3.
|
Buruh
Bangunan
|
20
|
|
4.
|
PNS/
TNI/ ABRI
|
50
|
|
5.
|
Pedagang
|
50
|
|
6.
|
Lain-lain
|
100
|
|
Jumlah
|
300
|
f. Pendidikan
Masyarakat
1) Tingkat Pendidikan :
Tabel
1.2 Tingkat Pendidikan Desa LaDumpi
|
No.
|
Tingkat
Pendidikan
|
Jumlah
|
|
1.
|
Tidak
Tamat SD
|
70
|
|
2.
|
Tamat
SD/Sederajat
|
100
|
|
3.
|
Tamat
SMP/Sederajat
|
40
|
|
4.
|
Tamat
SMA/Sederajat
|
35
|
|
5.
|
DI/
D2/ D3(Diploma)
|
30
|
|
6.
|
S1/
S2
|
25
|
|
Jumlah
|
300
|
2)
Fasilitas Pendidikan yang ada:
Tabel
1.3 Tingkat Fasilitas Pendidikan Desa
LaDumpi
|
No.
|
Fasilitas
Pendidikan |
Jumlah
|
|
1.
|
TPQ/
TPA
|
-
|
|
2.
|
TK/
RA
|
1
|
|
3.
|
SD/
MI
|
1
|
|
4.
|
SMP/
MTs
|
-
|
|
5.
|
SMA/
MA
|
-
|
|
6.
|
PerguruanTinggi
|
-
|
|
Jumlah
|
2
|
g. Kesehatan Masyarakat Fasilitas Kesehatan
yang ada didesa Sampang :
1)
Posyandu : 1
2)
Puskesmas : -
h. Agama
1) Islam
:
99,9%
2)
Nasrani
: 0,1%
2. Monografi Desa
a. Luas Wilayah
1) Pemukiman : 10
ha
2)
Sawah :
3 ha
3) Ladang/
Tegalan : 3 ha
4)
Lain-lain
: 2 ha
b. Pembagian Wilayah Pendusunan Jumlah Dusun
sebanyak 3 Dusun yaitu :
1) Dusun 1
2) Dusun 2
3) Dusun 3
c. Kondisi Jalan
1) Jalan
Aspal
: 1200 meter
2) Jalan
Tanah : 50
meter
d. Lokasi Desa
1) Jarak Desa ke Kecamatan :
6 km
2) Waktu Tempuh Ke
Kecamatan
: 30 menit
3) Waktu tempuh ke Pusat Fasilitas
terdekat : 30 menit (Pasar, Kesehatan,
Pemerintah)
4) Ketersediaan Angkutan
Umum
: Ojek
3.
Kondisi Sosial Ekonomi
Seperti yang terlihat dalam demografi di atas, bahwa
kebanyakan masyarakat Desa Ladumpi menyandarkan kehidupannya pada pertanian dan
peternakan. Di samping itu aada juga pedagang dan buruh bangunan. Tingginya
masyarakat yang berwiraswasta pada umumnya didasarkan atas banyaknya masyarakat
Desa Ladumpi. Memang tidak ada data yang tersedia di pemerintahan Desa Ladumpi
yang menunjukan secara kuantitatif berapa jumlah masyarakat Desa Ladumpi yang
bekerja di luar desa.
4.
Kondisi Sosial Budaya
Kebudayaan masyarakat Desa Ladumpi memang tidak dapat dilihat secara kasat mata.
Hal ini dikarenakan tidak ada sesuatu hal yang spesifik tentang apa yang menjadi
ciri khas dari masyarakat setempat. Tetapi sepanjang pengamatan kami, dan
informasi yang didapat dari beberapa tokoh masyarakat setempat, masih ada
beberapa kesenian yang tetap lestari dan secara berkesinambungan menjadi bagian
dari tradisi masyarakat setempat.
Di Dusun Ladumpi misalnya. Setiap bulan Muharram ada budaya
sedekah bumi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Selain itu, budaya kerja bakti
selalu di laksanakan apabila ada warga yang membangun rumah, merenovasi masjid,
mushola dan lain-lain. Ini menunjukan bahwa secara perlahan nilai-nilai tradisi
itu mulai dibumbui oleh semangat keberagamaan. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat
bisa menerima symbol simbol keagamaan itu secara utuh. Karena mereka merasa
tidak ada tradisi yang hilang dalam kehidupannya. Dan di saat yang sama mereka
juga merasakan percikan semangat beragama yang tinggi.
5.
Kondisi Sosial Keagamaan
Seperti yang tertera dalam demografi penduduk, bahwa hampir
99,9% penduduk Desa Sampang beragama Islam. Di samping itu ada juga penduduk
non muslim yang bertempat tinggal di Desa Ladumpi. Adanya varian masyarakat
yang beragama, tentu saja merupakan tuntutan bagi masyarakat setempat untuk menciptakan
kerukunan di antara mereka dalam membina kehidupan keberagamaan. Dan sejauh
pengamatan kami, tidak pernah ada satu gesekan yang dilatar belakangi oleh
kepentingan agama. Ini menunjukan bahwa sampai batas-batas tertentu, masyarakat
Desa Ladumpi telah berusaha untuk menciptakan kerukunan tersebut. Kehidupan
keberagamaan yang sejauh ini kami amati dan rasakan, memang cukup memiliki
warna tersendiri. Di Desa Ladumpi terdapat 1 masjid. Sehingga kerukunan
solidaritas antar masyarakat sangat terasa sekali dikarenakan seringnya mereka
bertemu dalam satu tempat di satu masjid tersebut. Kegiatan keagamaan untuk
bapak – bapak di Desa Ladumpi dilaksanakan seminggu sekali pada hari kamis
malam jum’at jenis acaranya yasinan tahlil dan dziba’an. Dan pengajian semaan
Qur’an serta mengirim doa para arwah.
6.
Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Sosial Desa
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Perda Kabupaten
Demak No 4 s/d 15 tahun 2000, bahwa Pemerintahan Desa adalah kegiatan
pemerintahan yang dilaksanakan oleh BPD dan pemerintah desa. Desa Sampang sudah
bisa membentuk Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Sampang yang diketuai oleh Bpk
Yahya, dengan jumlah anggota 6 orang dan seorang sekretaris BPD. Nama dan
jabatan perangkat Desa yang ada:
a.
Samria
Jabatan Kepala Desa
b.
Sekretaris
Desa
c.
Sunhuda Jabatan Bekel
I
d.
HA
Mu’in Jabatan Kaur Umum
e.
Lukito
Jabatan Kaur Pemerintahan
f.
Daryamin Jabatan
Kaur Pembagunan
g.
Mastur
Jabatan
Kaur Kesra
h.
Sukarjo
Jabatan
Kaur Keuangan
i.
Mofid Jabatan
Modin I
j.
Suratno
Jabatan
Kebayan I
k.
Muh
Sobirin
Jabatan
Kebayan II
l.
Salimin
Jabatan
Ulu-ulu
m.
Maskurin
Jabatan
Bekel II
n.
Agus
Susilo
Jabatan
Kepetengan
BAB III
PROGRAM KERJA
3.1
Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil wawancara dengan
sebagian masyarakat yang ada di dusun I, dusun II, dan dusun III desa la Dumpi
Kec. Rarowatu, Kab. Bombana, maka dapat diperoleh berbagai pengidentifikasi
masalah sebagai berikut :
Tabel
1.4 Identifikasi Masalah Desa
|
No
|
Identifikasi
Masalah
|
Keterangan
|
|
1.
|
Perlu
Adanya Penerangan Lampu Jalan
pada
malam hari
|
Perlu
adanya pembuatan tiang lampu jalan
|
|
2.
|
Perlu
adanya kegiatan olaraga setelah moment HUT RI Yang Ke-73 di Desa
LaDumpi
|
Perlu
di adakan kegiatan olaraga dalam mememeriahkan moment HUT RI di Desa LaDumpi
|
|
3.
|
Perlu
adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang kesadaran untuk meramaikan
mesjid.
|
Perlu
di adakan kajian Islam seminggu sekali
Di
mesjid
|
|
4.
|
Tidak
adanya fasilitas tempat untuk berolaraga
|
Perlu
adanya lapangan sebagai tempat olaraga masyarakat
|
3.2
Rencana Kegiatan
Berdasarkan hasil identifikasi masalah diatas maka,
mahasiswa KKN UHO berusaha membuat rencana program kerja dari hasil
identifikasi masalah tersebut. Adapun
rencana kegiatan yang kami buat meliputi 5 sub program kegiatan dengan uraian
sebagai berikut :
1.
Program
Administrasi Pemerintahan
a. Pemasangan tiang lampu jalan
b. Musrembang desa
2.
Program
Kebersihan Lingkungan
a. Pengecetan pagar sekolah
b. Bakti sosial
3.
Program
Kesehatan Masyarakat
a. Vaksinasi
4.
Program
Nasionalisme
a. Pembuatan lapangan olaraga
c. Pelaksanaaan moment kegiatan olaraga
17 agustus 2018
5.
Program
Pendidikan
a. Pengajian anak-anak Dimesjid
b. Pengabdian Kepada Sekolah (Mengajar)
c. Pembuatan papan nama guru
BAB IV
HASIL PROGRAM KERJA
Setelah merancang dan
membuat suatu rencana program kemudian dibuat dalam suatu sistematika program
kerja yang siap diterapkan dan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UHO. Adapun
penjelasan dari berbagai hasil program kerja tersebut adalah sebagai berikut :
4.1
Program Administrasi dan Pemerintahan
1.
Pemasangan Program Tiang Lampu Jalan
Program ini
dilaksanakan mulai pada tanggal 3 agustus sampai dengan tanggal 10 agustus
2018. Program ini merupakan murni dari program desa, namun pemerintah desa
menyetujui bahwa program ini masuk dalam program pengabdian mahasiswa kepada
masyarakat. Sebab dalam program ini mahasiswa terlibat dalam pemasangan lampu
jalan bersama masyarakat desa. Pada pelaksanaannya program yang dimulai dari dusun III sampai
dusun I Alhamdulillah, terselesaikan.
Gambar 1.1 Pemasangan Program Tiang
Lampu Jalan

2.
Musrembang Desa
Musrembang Desa adalah
Kegiatan perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini dilaksananakan pada tanggal
1 agustus 2018. Musrembang desa juga merupakan kegiatan rapat tahunan desa yang
diadakan setahun sekali. Dalam Musrembang desa tersebut, mahasiswa KKN UHO
diberikan kesempatan untuk memberikan saran dan masukan terhadap kegiatan
pembangunan desa yang telah dijalankan. serta kegiatan musrembang desa
Alhamdulillah berjalan dengan lancar.
Gambar 1.2 Musrembang Desa

4.2
Kebersihan Lingkungan
1.
Pengecetan Pagar Sekolah
Dalam pelaksanaan
program pengecetan pagar sekolah yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UHO selama
kurang lebih 2 hari. Proses pelaksanaan pengecatan pagar sekolah dilakukan pada
waktu sore hari bersama – sama kepala sekolah dibantu dengan staf kantor. Dan
Alhamdulillah program ini berjalan dengan baik hingga selesai.
Gambar
1.3 Pengecetan Pagar Sekolah

2.
Bakti Sosial (baksos)
Bersama
– bersama warga masyarakat dan mahasiswa KKN UHO melakukan kegiatan Baksos di
salah satu rumah warga yang ada didusun 1 Desa La Dumpi. Program ini
dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2018 dan berlangsung selama 1 hari. Rumah
warga yang ada didusun 1 tersebut ditinggali oleh seorang nenek yang hidup
sebatang kara dan usianya yang semakin tua. Mahasiswa KKN UHO bersama warga
masyarakat bergotong royong dalam membantu membersihkan halaman rumah nenek
bunga yang sudah 3 tahun tidak dibersihkan. Selain, rumah dari nenek bunga juga
mahasiswa KKN UHO melakukan kegiatan Bakti sosial di Mesjid desa Ladumpi.
Gambar
1.4 Bakti Sosial DiMesjid

4.3 Program Kesehatan Masyarakat
1.
Vaksinasi
Program
vaksinasi yang dilakukan disekolah SD 64 La Dumpi, adalah program langsung dari
dinas kesehatan Kab. Bombana yang wajib dilakukan disetiap sekolah dasar
se-kabupaten Bombana. Program vaksinasi berupa penyuntikan vaksin anti campak
dan rubella. Kegiatan penyuntikkan vaksin ini melibatkan Mahasiswa KKN UHO.
Dimana mahasiswa bertugas untuk mensosialisasikan kepada siswa tentang
vaksinasi anti campak dan rubella serta membantu para tim dinas kesehatan dalam
membujuk siswa untuk disuntik.
4.4 Program Nasionalisme
1.
Pembuatan Lapangan Olaraga
Program ini
dilaksanakan hanya dalam waktu 1 hari saja. Dalam pelaksanaan program ini
mahasiswa bersama warga masyarakat bergotong royong dan bekerja sama dalam
membuat lapangan olaraga. Program ini dimulai pada tanggal 4 agustus 2018.
Program ini mengambil jeda waktu satu hari dengan program sebelumnya. Dan
program ini Alhamdulillah terselesaikan.
Gambar 1.5 Pembuatan Lapangan
Olaraga

2.
Pelaksanaan Kegiatan Olaraga Moment 17 Agustus 2018
Dalam
proses kegiatan KKN yang dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan, mahasiswa KKN UHO
menyelenggarakan kegiatan keolaragaan
dengan mengusung pamvlet kegiatan yaitu : “Ayo semerakkan Moment Kemerdekaan 17
Agustus, dengan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN UHO
2017/2018….” Dengan kategori lomba :
1. Dewasa
Ø Bola
Dangdut
Ø Bola
Gotong
2. Anak-anak
Ø Futsal
SD/SMP
Ø Makan
Kerupuk
Ø Adzan
Ø Tilawah
Qura’n
Gambar
1.6 Lomba Makan Kerupuk

4.5 Program Pendidikan
1.
Pengabdian Disekolah (Mengajar)
Pada program pengabdian
terhadap sekolah, semua mahasiswa KKN UHO yang ada didesa ladumpi tempat lokasi
KKN kami, melakukan pengabdian (mengajar) disekolah SD 64 La Dumpi. Tahap
pertama yang kami lakukan adalah melakukan perkenalan singkat dikantor sekolah
pada tanggal 31 Juli 2018. Selanjutnya, kami menyusun jadwal mengajar selama
satu minggu disekolah tempat kami mengajar.
Gambar 1.7 Pengabdian Disekolah
(Mengajar)

2.
Pengajian Anak-Anak DiMesjid
Dalam pelaksanaan
program pengajian anak-anak dimesjid, salah satu dari kami setiap sesudah
shalat magrib melakukan pengajian (pengajaran) terhadap anak-anak pada usia
6-11 tahun. Kegiatan kami ini berlansung selama kurang lebih dua minggu.
Program yang kami lakukan ini dianggap sangat penting karena dengan adanya
pengajaran pengajian yang dilakukan oleh
kami anak-anak dapat memiliki rasa cinta terhadap alqura’n sejak usia dini dan
lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Gambar 1.8 Pengajian Anak-Anak diMesjid

3. Pembuatan
Papan Nama Guru
Pembuatan papan nama guru dilakukan
oleh mahasiswa pada tanggal 11 Agustus 2018 dan selesai pada tanggal 13 Agustus
2018. Dalam pembuatan papan nama guru tersebut, terdapat 10 guru yang ada pada
sekolah SD 64 La Dumpi. Sehingga proses pembuatannya papan nama guru tidak
membutuhkan waktu yang lama.
Gambar
1.9 Pembuatan Papan Nama Guru

4.4
Hambatan-Hambatan Dalam Kegiatan Program Kerja
Dalam pelaksanaan
program kerja yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Reguler UHO terdapat berbagai
hambatan-hambatan, yaitu :
1.
Kurangnya lengkapnya keanggotaan dari
mahasiswa KKN Reguler UHO yang seyogyanya berjumlah 7 orang dalam satu posko,
namun dari posko kami hanya berjumlah 6
orang.
2.
Keterlambatan penyaluran uang kas (biaya
hidup) dari pihak pembimbing sehingga kami kesulitan dalam menyusun anggaran
kegiatan.
3.
Kurangnya keterbukaan masyarakat
terhadap keadaan sosial budaya yang ada didesa La Dumpi sehingga kami sulit
untuk menerapkan program kerja kami.
BAB
V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Dalam
pelaksanaan KKN yang kami lakukan Selama satu bulan penuh mulai dari
pemberangkatan dari kampus pada tanggal 27 Juli 2018 sampai pada penarikan
tanggal 26 agustus 2018. Dilokasi tempat KKN kami yaitu di desa La Dumpi Kec.
Rarowatu Kab. Bombana, kami menyadari bahwa Mahasiswa KKN Reguler UHO yang
khususnya ada didesa La Dumpi belum bisa memberikan kontribusi yang besar dan
berarti bagi masyarakat desa. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan
internal dan keterbatasan eksternal yang ada dalam diri kami. Meskipun
demikian, bukan berarti bahwa KKN yang kami lakukan gagal atau tidak memberikan
hasil yang baik kepada masyarakat. Akan tetapi, kami telah mencoba dan terus
berusaha dalam memberikan hasil yang terbaik berupa ilmu yang kami peroleh
dikampus untuk kami terapkan di masyarakat. Kemudian, dalam pelaksanaan KKN
kali ini juga, kami memperoleh banyak pengalaman yang berarti bagi kami dalam menjalani
kehidupan bermasyarakat serta merasakan suka dan dukanya dalam kehidupan nyata.
5.2
Saran
Untuk
memperlancar dan mensukseskan program kerja KKN, maka diperlukan adanya kerja
sama dan hubungan komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan kepala desa.
Serta kami menyadari bahwa laporan KKN ini masih banyak memiliki kekurangan,
sehingga saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
laporan ini.
Komentar
Posting Komentar