CONTOH LAPORAN KKN AKHIR UHO, razul



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Dasar Pemikiran
            Universitas merupakan lembaga pendidikan dengan tujuan yang akan dicapai adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat diterapkan dengan baik, mengembangkan dan atau menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional dengan visi Universitas Halu Oleo menjadi salah satu perguruan Tinggi Negeri yang Maju dan Mandiri di Indonesia. Hal ini sesuai dengan asas Pancasila dan UUD 1945.
            Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu pelaksanaan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagaimana yang tercantum dalam Tridharma Perguruan Tinggi dimana mahasiswa dapat berperan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh dari bangku kuliah serta mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan profesi dalam bidang keahliannya. Universitas Halu Oleo melaksanakan program KKN dilaksanakan setiap semester. Pelaksanaan KKN pada semester ini merupakan pelaksanaan KKN yang terbagi atas 3 bentuk KKN yakni : KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Revolusi Mental. Pada tahap tahun ajaran 2017/2018. Pelaksanaan KKN kali ini berbeda dengan pelaksanaan KKN sebelumnya yang di laksanakan di Kabupaten Wawonii dan Kabupaten Muna. Jika pada KKN Nusantara di Wawonii melibatkan mahasiswa dari universitas se-Indonesia dan KKN Tematik di Muna melibatkan dosen dalam program pengabdian untuk masyarakat 3T (terisolir, terpinggir dan terbelakang), maka KKN kali ini murni hanya melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas se-Universitas Halu Oleo yang dibimbing oleh seorang dosen. Selanjutnya, melalui program KKN ini juga mahasiswa diharapkan dapat menerapkan tujuan tridarma kampus.


Kuliah kerja nyata (kkn) pertama kali dirintis pelaksanaannya oleh tiga universitas, yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Andalas pada tahun 1971. Ketika itu, KKN masih bernama pengabdian kepada masyarakat, sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Seiring dengan perkembangan dan dinamika masyarakat Indonesia, maka pada periode berikutnya KKN tidak lagi dimaksudkan hanya sebagai pengabdian kepada masyarakat melainkan juga merupakan kegiatan intrakulikuler mahsiswa. Setelah KKN diberlakukan selama lebih kurang 30 tahun, maka memasuki tahun 2000 sudah mulai muncul pemikiran baru untuk mengganti KKN dengan kegiatan lain yang bentuknya lebih memberdayakan mahasiswa dilingkungan masyarakat sesuai dengan profesinya masing-masing.

1.2 Dasar Pelaksanaan KKN
            KKN merupakan kegiatan akademik yang dilaksaakan oleh mahasiswa diluar lingkungan kampus dan didalam kampus untuk mendapatkan pengalaman empiris sesuai dengan profesinya. Pelaksanaan KKN ini mengacu kepada Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 dan peraturan pemerintah No. 60 Tahun 1999, serta keputusan Rektor Universitas Halu Oleo No. 11/SK/J29/PP/2002. Tentang Pelaksanaaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Halu Oleo.

1.3 Visi dan Misi KKN
            Visi KKN UHO :
“terwujudnya KKN yang mandiri, professional, Unggul dan kompetitif dalam pengabdian kepada masyarakat yang berbasis IPTEK, pemberdayaan masyarakat, dan kewirausahaan untuk mendukung UHO sebagai perguruan tinggi yang maju, bermartabat, dan berbudaya akademik, dalam membentuk SDM cerdas komprehensif secra berkelanjutan.




Misi Pelaksanaan KKN UHO, sebagai berikut :
1.      Menjadikan KKN sebagai sarana implementasi IPTEK dan seni bagi mahasiswa kepada masyarakat luas, dalam rangka penyelesaian studi.
2.      Menjadikan KKN sebagai sarana interaksional antara mahasiswa interaksional antara mahasiswa Universitas Halu Oleo dengan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.
3.      Menjadikan KKN sebagai sarana untuk memperoleh bahan masukan bagi pengembangan IPTEK dan Seni.

1.4  Tujuan KKN
Pelaksanaan KKN UHO secara umum bertujuan mendukungpengembangan profesi keilmuwan sehingga sarjana yang dihasilkan adalah sarjana yang profesional dan mandiri serta mampu memahami permasalahan dan kebutuhan masyarakat umumnya.
Secara umum tujuan Pelaksanaan KKN UHO tergambar dalam keputusan Rektor Universitas Halu Oleo No. 11/SK/J29/PP/2005, sebagai berikut :
1.      Memberikan kesempatan pada mahasiswa dan dosen untuk menerapkan IPTEK dan seni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.
2.      Melatih mahasiswa agar dapat mengidentifikasi, merumuskan dan menangani berbagai permasalahan yag sesuai dengan bidang ilmunya.
3.      Meningkatkan koordinasi dan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan pembangunan.

1.5  Sasaran KKN
            Pada prinsipnya sasaran Pelaksanaan KKN UHO meliputi tiga kelompok, yaitu mahasiswa, perguruan tinggi dan masyarakat (instansi pemerintah dan swasta).


1.      Mahasiswa
a.       Memperdalam penghayatan terhadap kemanfaatan ilmu yang dipelajarinya bagi pelaksanaan pembangunan.
b.      Memperdalam penghayatan mahasisswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam pelaksanaannya.
c.       Memperdalam penghayatan mahasiswa terhadap seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat.
2.      Perguruan Tinggi
a.       Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dengan proses pembangunan di tengah masyarakat, sehingga kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu yang diselenggarakan diperguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan masyarakat dalam pembangunan.
b.      Memperoleh berbagai fenomena yang berharga yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai maslah untuk pengembangan penelitian.
c.       Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa, dapat menelaah, dan merumuskan keadaan/kondisi nyata masyarakat yang berguna bagi pengembangan ilmu serta dapat mendiagnosis secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntunan nyata.









BAB II
GAMBARAN LOKASI KKN
2.1    Letak Geografis
Desa Ladumpi sebagai wilayah pengabdian KKN merupakan salah satu dari 8 desa yang berada di wilayah Kecamatan Rarowatu Kabupaten Bombana. Desa Ladumpi memiliki batas-batas sebagai berikut:
1.      Sebelah Barat                        : Desa Lampeantani (Kec. Rarowatu)
2.      Sebelah Timur                       : Desa Watukalangkari (Kec. Rarowatu)

2.2 Kondisi Geografi dan Monografi Desa
           1.  Geografi Desa
            a.  Jumlah Penduduk
Jumlah Penduduk Desa Ladumpi sampai dengan akhir bulan Agustus 2018 adalah 300 Jiwa terdiri dari:
Ø  Laki-laki                   : 100 Jiwa
Ø  Perempuan                : 180 Jiwa
Ø  Penduduk Miskin       : 20 Jiwa
     b. Jumlah Kepala Keluarga        : 150 KK
c.  Jumlah KK Miskin                : 10 KK
            d. Jumlah Penduduk                 : 300 Jiwa
Ø  Usia 0 – 14                : 100 Jiwa
Ø  Usia 15 – 49               : 110 Jiwa
Ø  Usia 50  Tahun keatas  : 90 Jiwa






e. Mata Pencaharian Penduduk
Tabel 1.1 Mata Pencaharian Penduduk Desa LaDumpi
No.
Jenis Mata Pencaharian
Jumlah
1.
Petani
50
2.
Buruh Tani
30
3.
Buruh Bangunan
20
4.
PNS/ TNI/ ABRI
50
5.
Pedagang
50
6.
Lain-lain
100

Jumlah
300

f. Pendidikan Masyarakat
  1) Tingkat Pendidikan :
Tabel 1.2 Tingkat Pendidikan Desa LaDumpi
No.
Tingkat Pendidikan
Jumlah
1.
Tidak Tamat SD
70
2.
Tamat SD/Sederajat
100
3.
Tamat SMP/Sederajat
40
4.
Tamat SMA/Sederajat
35
5.
DI/ D2/ D3(Diploma)
30
6.
S1/ S2
25

Jumlah
300
         2)  Fasilitas Pendidikan yang ada:
Tabel 1.3 Tingkat  Fasilitas Pendidikan Desa LaDumpi
No.
Fasilitas
Pendidikan
Jumlah
1.
TPQ/ TPA
-
2.
TK/ RA
1
3.
SD/ MI
1
4.
SMP/ MTs
-
5.
SMA/ MA
-
6.
PerguruanTinggi
-

Jumlah
2
g. Kesehatan Masyarakat Fasilitas Kesehatan yang ada didesa Sampang :
1)  Posyandu           : 1
2)  Puskesmas         : -
             h. Agama
1)  Islam                : 99,9%
2)  Nasrani             : 0,1%

2. Monografi Desa

  a. Luas Wilayah
  1) Pemukiman                    : 10 ha
  2)  Sawah                           : 3 ha
  3)  Ladang/ Tegalan             : 3 ha
  4)  Lain-lain                        : 2 ha
  b. Pembagian Wilayah Pendusunan Jumlah Dusun sebanyak 3 Dusun yaitu :
 1)  Dusun 1
 2)  Dusun 2
 3)  Dusun 3
  c. Kondisi Jalan
   1) Jalan Aspal                 : 1200 meter
   2) Jalan Tanah                 :  50 meter
  d. Lokasi Desa
  1)  Jarak Desa ke Kecamatan                          : 6 km
  2)  Waktu Tempuh Ke Kecamatan                   : 30 menit
  3)  Waktu tempuh ke Pusat Fasilitas terdekat   : 30 menit (Pasar,    Kesehatan, Pemerintah)
  4)  Ketersediaan Angkutan Umum                   : Ojek

3.      Kondisi Sosial Ekonomi
Seperti yang terlihat dalam demografi di atas, bahwa kebanyakan masyarakat Desa Ladumpi menyandarkan kehidupannya pada pertanian dan peternakan. Di samping itu aada juga pedagang dan buruh bangunan. Tingginya masyarakat yang berwiraswasta pada umumnya didasarkan atas banyaknya masyarakat Desa Ladumpi. Memang tidak ada data yang tersedia di pemerintahan Desa Ladumpi yang menunjukan secara kuantitatif berapa jumlah masyarakat Desa Ladumpi yang bekerja di luar desa.
4.      Kondisi Sosial Budaya
Kebudayaan masyarakat Desa Ladumpi  memang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Hal ini dikarenakan tidak ada sesuatu hal yang spesifik tentang apa yang menjadi ciri khas dari masyarakat setempat. Tetapi sepanjang pengamatan kami, dan informasi yang didapat dari beberapa tokoh masyarakat setempat, masih ada beberapa kesenian yang tetap lestari dan secara berkesinambungan menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.
Di Dusun Ladumpi misalnya. Setiap bulan Muharram ada budaya sedekah bumi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Selain itu, budaya kerja bakti selalu di laksanakan apabila ada warga yang membangun rumah, merenovasi masjid, mushola dan lain-lain. Ini menunjukan bahwa secara perlahan nilai-nilai tradisi itu mulai dibumbui oleh semangat keberagamaan. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat bisa menerima symbol simbol keagamaan itu secara utuh. Karena mereka merasa tidak ada tradisi yang hilang dalam kehidupannya. Dan di saat yang sama mereka juga merasakan percikan semangat beragama yang tinggi.

5.      Kondisi Sosial Keagamaan
Seperti yang tertera dalam demografi penduduk, bahwa hampir 99,9% penduduk Desa Sampang beragama Islam. Di samping itu ada juga penduduk non muslim yang bertempat tinggal di Desa Ladumpi. Adanya varian masyarakat yang beragama, tentu saja merupakan tuntutan bagi masyarakat setempat untuk menciptakan kerukunan di antara mereka dalam membina kehidupan keberagamaan. Dan sejauh pengamatan kami, tidak pernah ada satu gesekan yang dilatar belakangi oleh kepentingan agama. Ini menunjukan bahwa sampai batas-batas tertentu, masyarakat Desa Ladumpi telah berusaha untuk menciptakan kerukunan tersebut. Kehidupan keberagamaan yang sejauh ini kami amati dan rasakan, memang cukup memiliki warna tersendiri. Di Desa Ladumpi terdapat 1 masjid. Sehingga kerukunan solidaritas antar masyarakat sangat terasa sekali dikarenakan seringnya mereka bertemu dalam satu tempat di satu masjid tersebut. Kegiatan keagamaan untuk bapak – bapak di Desa Ladumpi dilaksanakan seminggu sekali pada hari kamis malam jum’at jenis acaranya yasinan tahlil dan dziba’an. Dan pengajian semaan Qur’an serta mengirim doa para arwah.

6.      Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Sosial Desa
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Perda Kabupaten Demak No 4 s/d 15 tahun 2000, bahwa Pemerintahan Desa adalah kegiatan pemerintahan yang dilaksanakan oleh BPD dan pemerintah desa. Desa Sampang sudah bisa membentuk Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Sampang yang diketuai oleh Bpk Yahya, dengan jumlah anggota 6 orang dan seorang sekretaris BPD. Nama dan jabatan perangkat Desa yang ada:
a.       Samria Jabatan Kepala Desa
b.      Sekretaris Desa
c.       Sunhuda Jabatan Bekel I
d.      HA Mu’in Jabatan Kaur Umum
e.       Lukito Jabatan Kaur Pemerintahan
f.       Daryamin Jabatan Kaur Pembagunan
g.      Mastur                       Jabatan                      Kaur Kesra
h.      Sukarjo                      Jabatan                      Kaur Keuangan
i.        Mofid                        Jabatan                      Modin I
j.        Suratno                      Jabatan                      Kebayan I
k.      Muh Sobirin              Jabatan                      Kebayan II
l.        Salimin                      Jabatan                      Ulu-ulu
m.    Maskurin                   Jabatan                      Bekel II
n.      Agus Susilo              Jabatan                       Kepetengan
BAB III
PROGRAM KERJA
3.1    Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil wawancara dengan sebagian masyarakat yang ada di dusun I, dusun II, dan dusun III desa la Dumpi Kec. Rarowatu, Kab. Bombana, maka dapat diperoleh berbagai pengidentifikasi masalah sebagai berikut :
Tabel 1.4 Identifikasi Masalah Desa
No
Identifikasi Masalah
Keterangan
1.
Perlu Adanya Penerangan Lampu Jalan
pada malam hari
Perlu adanya pembuatan tiang lampu jalan
2.
Perlu adanya kegiatan olaraga setelah moment HUT RI Yang Ke-73 di Desa
LaDumpi
Perlu di adakan kegiatan olaraga dalam mememeriahkan moment HUT RI di Desa LaDumpi
3.
Perlu adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang kesadaran untuk meramaikan mesjid.
Perlu di adakan kajian Islam seminggu sekali
Di mesjid
4.
Tidak adanya fasilitas tempat untuk berolaraga
Perlu adanya lapangan sebagai tempat olaraga masyarakat

3.2    Rencana Kegiatan
Berdasarkan hasil identifikasi masalah diatas maka, mahasiswa KKN UHO berusaha membuat rencana program kerja dari hasil identifikasi masalah tersebut. Adapun rencana kegiatan yang kami buat meliputi 5 sub program kegiatan dengan uraian sebagai berikut :
1.      Program Administrasi Pemerintahan
a.       Pemasangan tiang lampu jalan
b.      Musrembang desa

2.      Program Kebersihan Lingkungan
a.       Pengecetan pagar sekolah
b.      Bakti sosial
3.      Program Kesehatan Masyarakat
a.       Vaksinasi
4.      Program Nasionalisme
a.       Pembuatan lapangan olaraga
c.       Pelaksanaaan moment kegiatan olaraga 17 agustus 2018
5.      Program Pendidikan
a.       Pengajian anak-anak Dimesjid
b.      Pengabdian Kepada Sekolah (Mengajar)
c.       Pembuatan papan nama guru



















BAB IV
HASIL PROGRAM KERJA

Setelah merancang dan membuat suatu rencana program kemudian dibuat dalam suatu sistematika program kerja yang siap diterapkan dan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UHO. Adapun penjelasan dari berbagai hasil program kerja tersebut adalah sebagai berikut :

4.1 Program Administrasi dan Pemerintahan
1. Pemasangan Program Tiang Lampu Jalan
Program ini dilaksanakan mulai pada tanggal 3 agustus sampai dengan tanggal 10 agustus 2018. Program ini merupakan murni dari program desa, namun pemerintah desa menyetujui bahwa program ini masuk dalam program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Sebab dalam program ini mahasiswa terlibat dalam pemasangan lampu jalan bersama masyarakat desa. Pada pelaksanaannya  program yang dimulai dari dusun III sampai dusun I Alhamdulillah, terselesaikan.
Gambar 1.1 Pemasangan Program Tiang Lampu Jalan


2.      Musrembang Desa
Musrembang Desa adalah Kegiatan perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini dilaksananakan pada tanggal 1 agustus 2018. Musrembang desa juga merupakan kegiatan rapat tahunan desa yang diadakan setahun sekali. Dalam Musrembang desa tersebut, mahasiswa KKN UHO diberikan kesempatan untuk memberikan saran dan masukan terhadap kegiatan pembangunan desa yang telah dijalankan. serta kegiatan musrembang desa Alhamdulillah berjalan dengan lancar.
Gambar 1.2 Musrembang Desa

4.2 Kebersihan Lingkungan
1. Pengecetan Pagar Sekolah
Dalam pelaksanaan program pengecetan pagar sekolah yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UHO selama kurang lebih 2 hari. Proses pelaksanaan pengecatan pagar sekolah dilakukan pada waktu sore hari bersama – sama kepala sekolah dibantu dengan staf kantor. Dan Alhamdulillah program ini berjalan dengan baik hingga selesai.

Gambar 1.3 Pengecetan Pagar Sekolah
2. Bakti Sosial (baksos)
Bersama – bersama warga masyarakat dan mahasiswa KKN UHO melakukan kegiatan Baksos di salah satu rumah warga yang ada didusun 1 Desa La Dumpi. Program ini dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2018 dan berlangsung selama 1 hari. Rumah warga yang ada didusun 1 tersebut ditinggali oleh seorang nenek yang hidup sebatang kara dan usianya yang semakin tua. Mahasiswa KKN UHO bersama warga masyarakat bergotong royong dalam membantu membersihkan halaman rumah nenek bunga yang sudah 3 tahun tidak dibersihkan. Selain, rumah dari nenek bunga juga mahasiswa KKN UHO melakukan kegiatan Bakti sosial di Mesjid desa Ladumpi.






Gambar 1.4 Bakti Sosial DiMesjid
4.3 Program Kesehatan Masyarakat
1. Vaksinasi
Program vaksinasi yang dilakukan disekolah SD 64 La Dumpi, adalah program langsung dari dinas kesehatan Kab. Bombana yang wajib dilakukan disetiap sekolah dasar se-kabupaten Bombana. Program vaksinasi berupa penyuntikan vaksin anti campak dan rubella. Kegiatan penyuntikkan vaksin ini melibatkan Mahasiswa KKN UHO. Dimana mahasiswa bertugas untuk mensosialisasikan kepada siswa tentang vaksinasi anti campak dan rubella serta membantu para tim dinas kesehatan dalam membujuk siswa untuk disuntik.
4.4 Program Nasionalisme
1. Pembuatan Lapangan Olaraga
Program ini dilaksanakan hanya dalam waktu 1 hari saja. Dalam pelaksanaan program ini mahasiswa bersama warga masyarakat bergotong royong dan bekerja sama dalam membuat lapangan olaraga. Program ini dimulai pada tanggal 4 agustus 2018. Program ini mengambil jeda waktu satu hari dengan program sebelumnya. Dan program ini Alhamdulillah terselesaikan.
Gambar 1.5 Pembuatan Lapangan Olaraga

2.  Pelaksanaan Kegiatan Olaraga Moment 17 Agustus 2018
Dalam proses kegiatan KKN yang dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan, mahasiswa KKN UHO menyelenggarakan  kegiatan keolaragaan dengan mengusung pamvlet kegiatan yaitu : “Ayo semerakkan Moment Kemerdekaan 17 Agustus, dengan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN UHO 2017/2018….” Dengan kategori  lomba :
1.      Dewasa

Ø  Bola Dangdut
Ø  Bola Gotong

2.      Anak-anak

Ø  Futsal SD/SMP
Ø  Makan Kerupuk
Ø  Adzan
Ø  Tilawah Qura’n
Gambar 1.6 Lomba Makan Kerupuk
4.5 Program Pendidikan
1. Pengabdian Disekolah (Mengajar)
Pada program pengabdian terhadap sekolah, semua mahasiswa KKN UHO yang ada didesa ladumpi tempat lokasi KKN kami, melakukan pengabdian (mengajar) disekolah SD 64 La Dumpi. Tahap pertama yang kami lakukan adalah melakukan perkenalan singkat dikantor sekolah pada tanggal 31 Juli 2018. Selanjutnya, kami menyusun jadwal mengajar selama satu minggu disekolah tempat kami mengajar.
Gambar 1.7 Pengabdian Disekolah (Mengajar)
2.  Pengajian Anak-Anak DiMesjid
Dalam pelaksanaan program pengajian anak-anak dimesjid, salah satu dari kami setiap sesudah shalat magrib melakukan pengajian (pengajaran) terhadap anak-anak pada usia 6-11 tahun. Kegiatan kami ini berlansung selama kurang lebih dua minggu. Program yang kami lakukan ini dianggap sangat penting karena dengan adanya pengajaran pengajian yang dilakukan  oleh kami anak-anak dapat memiliki rasa cinta terhadap alqura’n sejak usia dini dan lebih mendekatkan diri  kepada Allah SWT.
Gambar 1.8 Pengajian Anak-Anak diMesjid

3.      Pembuatan Papan Nama Guru
            Pembuatan papan nama guru dilakukan oleh mahasiswa pada tanggal 11 Agustus 2018 dan selesai pada tanggal 13 Agustus 2018. Dalam pembuatan papan nama guru tersebut, terdapat 10 guru yang ada pada sekolah SD 64 La Dumpi. Sehingga proses pembuatannya papan nama guru tidak membutuhkan waktu yang lama.


Gambar 1.9 Pembuatan Papan Nama Guru
4.4 Hambatan-Hambatan Dalam Kegiatan Program Kerja
Dalam pelaksanaan program kerja yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Reguler UHO terdapat berbagai hambatan-hambatan, yaitu :
1.      Kurangnya lengkapnya keanggotaan dari mahasiswa KKN Reguler UHO yang seyogyanya berjumlah 7 orang dalam satu posko, namun dari  posko kami hanya berjumlah 6 orang.
2.      Keterlambatan penyaluran uang kas (biaya hidup) dari pihak pembimbing sehingga kami kesulitan dalam menyusun anggaran kegiatan.
3.      Kurangnya keterbukaan masyarakat terhadap keadaan sosial budaya yang ada didesa La Dumpi sehingga kami sulit untuk menerapkan program kerja kami.





BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
            Dalam pelaksanaan KKN yang kami lakukan Selama satu bulan penuh mulai dari pemberangkatan dari kampus pada tanggal 27 Juli 2018 sampai pada penarikan tanggal 26 agustus 2018. Dilokasi tempat KKN kami yaitu di desa La Dumpi Kec. Rarowatu Kab. Bombana, kami menyadari bahwa Mahasiswa KKN Reguler UHO yang khususnya ada didesa La Dumpi belum bisa memberikan kontribusi yang besar dan berarti bagi masyarakat desa. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan internal dan keterbatasan eksternal yang ada dalam diri kami. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa KKN yang kami lakukan gagal atau tidak memberikan hasil yang baik kepada masyarakat. Akan tetapi, kami telah mencoba dan terus berusaha dalam memberikan hasil yang terbaik berupa ilmu yang kami peroleh dikampus untuk kami terapkan di masyarakat. Kemudian, dalam pelaksanaan KKN kali ini juga, kami memperoleh banyak pengalaman yang berarti bagi kami dalam menjalani kehidupan bermasyarakat serta merasakan suka dan dukanya dalam kehidupan nyata.

5.2 Saran
            Untuk memperlancar dan mensukseskan program kerja KKN, maka diperlukan adanya kerja sama dan hubungan komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan kepala desa. Serta kami menyadari bahwa laporan KKN ini masih banyak memiliki kekurangan, sehingga saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini.


Komentar